Mengapa Kucing Harus Divaksinasi?

Mengapa Kucing Harus Divaksinasi?

Vaksin kucing – Salah satu manfaat vaksin bagi kucing adalah memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah penularan suatu patogen, terutama virus pembawa penyakit. Ada juga vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh jenis infeksi bakteri tertentu.

Layaknya vaksinasi pada manusia, vaksin kucing dapat mengaktifkan respon imun dalam tubuhnya sehingga ketika menyerang virus aslinya, kucing tidak menjadi sakit parah seperti kucing yang belum pernah divaksinasi. .

Namun, setiap kucing menunjukkan respons yang berbeda terhadap vaksinasi yang berhasil.

Jenis vaksin untuk kucing

Vaksinasi untuk kucing dibagi menjadi tiga fase: trikat, tetracat, dan rabies. Berikut penjelasan lengkap langkah-langkah vaksinasi pada kucing:

1.Tahap 1 Trikat

Vaksin ini diberikan saat anak kucing berumur 8 sampai 10 minggu setelah anak kucing tersebut lahir. Fungsi vaksin ini dapat melindungi kucing dari risiko panleukopenia, panleukopenia kucing, bronkitis hidung kucing, dan feline calicivirus.

2. Tahap 2 Tetracat

Vaksin tahap kedua memiliki fungsi yang sama dengan vaksin sebelumnya dan hanya ada satu tambahan yaitu perlindungan terhadap virus klamidia. Lakukan vaksinasi ini pada tahap 2 saat kucing Anda berusia 12 hingga 14 minggu.

3. Tahap 3 rabies

Vaksin rabies dapat mengobati kucing yang terinfeksi dan mencegah rabies. Kemarahan itu sendiri menyerang sistem kekebalan kucing dan diteruskan kepada siapa saja yang bersentuhan langsung dengannya. Jika amarah mengarah pada kucing, selalu coba gunakan sarung tangan agar tidak terkena air liur atau gigitan. Beri dia vaksin rabies saat kucing berusia 20 minggu.

Selain ketiga vaksinasi dasar tersebut, terdapat tambahan vaksin untuk kucing yang hanya diberikan sesuai anjuran dokter yaitu:

Leukemia kucing adalah penyakit serius yang disebabkan oleh infeksi virus yang belum dapat disembuhkan. Virus ini menyebar dari kucing ke kucing melalui kontak dengan air liur, feses, air seni dan susu yang tertelan dalam waktu yang bersamaan.

Bordetella, vaksin untuk kucing yang dirancang untuk mencegah infeksi bakteri yang menyerang saluran pernapasan bagian atas. Bordetella dapat menyebabkan kucing bersin dan menggosok.

FIV, vaksin untuk kucing ini dapat mengurangi timbulnya penyakit yang berhubungan dengan imunodefisiensi.

Chlamydia, infeksi bakteri yang menyebabkan konjungtivitis pada kucing dan infeksi saluran pernapasan bagian atas.

FIP, yaitu vaksin untuk kucing yang dapat mencegah mutasi virus corona pada kucing. Tidak seperti manusia, virus corona pada kucing relatif tidak berbahaya dan mudah menyebar dari kucing ke kucing.

Dermatomikosis, yaitu infeksi jamur yang menyebabkan rambut rontok dan dermatitis. Infeksi ini bisa menular ke manusia yang bersentuhan langsung dengan daerah yang terkena.

Biaya vaksin untuk kucing

Biaya vaksinasi kucing dapat bervariasi tergantung pada klinik hewan dan kedokteran hewan yang dipilih. Sebagai informasi berikut ini

Usia kucing

Jenis vaksin penyakit

Biaya vaksin untuk kucing

8-10 minggu

Trikat

panleukopenia kucing, bronkitis hidung kucing dan calicivirus kucing

Rp 80.000 – Rp 250.000

Ttraktat

panleukopenia kucing, bronkitis hidung kucing, calicivirus kucing, klamidia

180.000 hingga 210.000 Rs

12-14 minggu

Trikat

panleukopenia kucing, bronkitis hidung kucing dan calicivirus kucing

Rp 170.000 – Rp 250.000

Ttraktat

panleukopenia kucing, bronkitis hidung kucing, calicivirus kucing, klamidia

180.000 hingga 210.000 Rs

6 bulan

(Yang belum pernah divaksinasi)

Trikat

panleukopenia kucing, bronkitis hidung kucing dan calicivirus kucing

Rp 100.000 – Rp 250.000

Ttraktat

panleukopenia kucing, bronkitis hidung kucing, calicivirus kucing, klamidia

180.000 hingga 210.000 Rs

Penyakit pada kucing yang bisa menular ke manusia

Bagi yang mengutamakan kesehatan kucing, biaya vaksin kucing jelas tidak terlalu mahal. Karena Anda tahu bahwa vaksin penting diberikan untuk melindungi kucing kesayangan Anda dari berbagai penyakit mematikan

Penyakit ini juga cenderung menginfeksi manusia. Beberapa penyakit yang terlibat meliputi:

1. Jamur kulit

Penyakit kulit jamur disebabkan oleh perawatan kucing yang buruk. Penyakit ini, juga dikenal sebagai kurap, dapat menular ke manusia dan rentan terhadap infeksi pada anak kecil atau orang lanjut usia.

Pemberian vaksin secara rutin dapat mencegah jamur kulit pada kucing menyebar ke manusia.

2. Toksoplasma

Toksoplasma dapat ditularkan ke manusia melalui kotoran kucing atau tanah yang terkontaminasi parasit protozoa

3. Scabies

Penyakit lain yang bisa ditularkan dari kucing ke manusia adalah kudis. Kudis merupakan penyakit yang dapat menginfeksi kulit kucing. Penyebab kudis pada kucing adalah infeksi ektoparasit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei.

4. Calici atau feline calicivirus

Penyakit yang menyerang saluran pernafasan atas dan mulut ini disebabkan oleh virus dari keluarga kalsifrida. Calici adalah jenis flu kucing yang paling sering menyerang feline herpesvirus (FHV).

Calcivirus dapat masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung dan mulut saat kucing menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus. Transisinya juga relatif cepat, dengan masa inkubasi 2 hingga 4 hari.

Oleh karena itu, vaksinasi merupakan cara terbaik untuk mencegah infeksi virus kalus.

5. Feline herves virus

Feline herpesvirus (FHV) merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan bagian atas kucing. Virus ini bisa menular antar kucing melalui kontak langsung, termasuk air liur dan cairan mata atau hidung. Anda juga bisa menghirup tetesan atau tetesan yang keluar saat bersin untuk berbagi wadah makanan.

Penting untuk diketahui bahwa setelah kucing terinfeksi FHV, mereka akan menjadi pembawa virus yang efektif seumur hidup karena virus tetap berada di dalam sel saraf.

Jadwal vaksinasi kucing

Vaksinasi tidak diperlukan jika diberikan beberapa hari setelah lahir. Artinya jika Anda memiliki 0 hari dan divaksinasi setelah itu, vaksin tidak akan membantu Anda. Pasalnya, masih ada antibodi yang diproduksi induk kucing dalam air susu ibu (ASI).

Untuk itu, vaksinasi kucing membutuhkan waktu yang lama dan biasanya dilakukan dalam dua tahap. Berikut jadwal vaksinasi untuk kucing:

Anak kucing harus divaksinasi antara 6 dan 8 minggu.

Pada tahap kedua, pada usia tiga bulan, anak kucing harus sering divaksinasi untuk memperkuat sistem kekebalannya. Setelah tahap kedua, anak kucing harus divaksinasi ulang secara teratur setiap tahun.

Pada kucing yang lebih tua, vaksinasi dapat dilakukan lebih jarang, yaitu setiap 1-3 tahun sekali.

Jika Anda tidak mengetahui usia kucing tersebut, seperti mengadopsi kucing liar, bawalah dia ke dokter hewan dan biarkan dokter menentukan vaksinasi yang dia butuhkan.

Setelah vaksinasi selesai, vaksinasi juga harus diulang setahun sekali karena vaksinasi tidak mencukupi. Vaksinasi berkala bertujuan untuk bertindak sebagai booster, yaitu mencapai jumlah antibodi terbanyak.

Leave a Reply